Kembar satu plasentaDikutip dari alodokter – kehamilan dengan dua kantung atau satu plasenta menunjukan kehamilan kembar dengan janin berbagi plasenta, namun terpisah cairan amnionnya atau disebut juga monochorionic-diamniotic twins. Konndisi kehamilan kembar dengan satu plasenta ini mempunyai kemungkina kejadian 70% dari kehamilan kembar. Dan monochorionic –diamniotic twins mempunyai resiko berkaitan dengan sharing satu plasenta untuk dua janin.

Sumber gambar : hipwe.com

 

Plasenta adalah organ yang menempel pada rahim ibu dan memberikan nutrisi oksigen. Biasa kita temui bayi kembar identik memiliki plasenta sendiri atau berbagi plasenta yang sama .

Dikutip dari liputan6.com –sekitar 25 persen bayi kembar berbagi plasenta tunggal dan sebanyak 10 sampai 15 persen mengembangkan penyakit TTTS. Kondisi ini apabila tak diobati meningkatkan kematian 95 persen. Jadi ,apabila seorang ibu hamil bayi kembar salah satu pertanyaan yang harus diajukan ke dokter adalah , ‘apakah saya memiliki satu atau dua plasenta ?”

READ  Moms, Yuk Kenali Bayi Berat Badan Lahir Rendah

Wanita yang hamil kembar tidak dapat mencegah timbulnya solusio plasenta ,kita dapat mencegah dan mengurangi resiko terjadinya kondisi tersebut. Dengan cara menghindari asap rokok dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang pada saat kehamilan berlangsug . jika si ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi ,langsung konsultasikan kepada dokter yang bersangkutan untuk memantau kesehatan ibu dan janin. Selain itu ,selalu berhati-hati dalam berkendara dengan menggunakan mobil ataupun motor . dan pastikan memakai sabuk pengaman saat berkendara .

Perlunya pengawasan khusus bagi ibu yang sedang hamil kembar ,jika terdapat  bahwa bayi yang berada dalam kandungannya beresiko monokorionik. Akan dipastikan lebih sering bolak balik rumah sakit untuk pemeriksaan dan scan pada janin tersebut .

Bagaiman cara mengetahui si bayi memiliki kembar identik ??

READ  Inilah Ciri – Ciri Bayi Dengan Berat Lahir Rendah

Dengan cara melakukan scan USG dapat melihat kondisi bayi  dan plasenta pada pemeriksaan trimester pertama. Scan USG dilakukan pada saat usia sebelum memasuki kehamilan 14 minggu .

Faktor apa saja yang dapat beresiko bayi kembar 1 plasenta :

  1. Adanya gangguan pertumbuhan pada janin
  2. Twin anemia – polycetythemia syndrom, yanng mengakibatkan anemia pada janin pendonor darah akibat twin-twin transfusion syndrome
  3. Defek jantung
  4. Ganguan aliran darah ,twin-twin tranfusion syndrome , dapat menyebabkan anemia atau dapat berdampak penurunan berat badab pada salah satu janin.

Namun , sangat diperlukan untuk konsultasikan masalah ini kedokter kandungan anda, berkaitan dengan tumbuh kembang pada janin anda dan keselamatan ibu .selama anda tetap menjaga kesehatan tubuh anda,dengan mengikuti saran dari dokter ,kontrol rutin ,menghindari stres berlebihan , ataupun menghindari kelelahan fisik .sehingga dapat diharapkan sistem aliran tubuh /hemodinamika anda cukup kuat untuk menompang kehamilan ganda.

READ  Apa Saja Penyebab Bayi Berat Lahir Rendah ?

Berat janin kembar pada usia 21 minggu termasuk baik . berat janin pada usia 21 mimggu dapat diharapkan memiliki berat yang ideal  berkisar 395.5 gram. Sehingga berat janin dapat dikatakan normal.

Bayi kembar yang memiliki satu plasenta cenderung dapat menyebabkan anemia  dan membuat salah satu bayi lemah ,sementara kembarannya memiliki kelebihan darah. Dengan keadaan tersebut dapat menyebabkan gagal jantung pada si bayi.

Memiliki bayi kembar tentulah impian dari setiap wanita . namun ,banyak sekali resiko pada saat kehamilan . perlunya tetap menjaga kesehatan ibu dan bayi .sehigga pada saat proses lahiran tidak terdapat masalah yang buruk bagi si ibu dan calon buah hati . serta menjaga makanan yang dikonsumsi pada saat kehamilan . supaya anak yang berada didalam kandungannya dapat nutrisi yang baik .